JAUH
yang memanja ingin kau sapa
angin cinta menjadi terbiasa
melangkah tanpa air
berlari terbakar jiwa ini
kau akan ku tanya
lamakah kau berjalan?
haruskah ku palingkan?
pegang tanganku ini
meski wangimu sekarang abstrak
kucari tak bertanya
aq takut
merasa kau tiadakan aq
bila kau tak terlempar ke dalam merah ini
kau takkan berjalan dengan hatiku
cinta tak patut dibayangkan
lebih indah dirasakan
maafkan aq mendung pagi
warna yg kau pancarkan itu ketakutanku
cinta, mataq seperti nafsu
bibirku seperti kebohongan
bagimu yg tampak lalu
pedih meninggalkan aq
Tidak ada komentar:
Posting Komentar