Kamis, 23 Oktober 2014

KEMBARANKU ADALAH PRIA

Dunia spiral, betapa berputarnya dia, tak mengerti aku, memikirkan bagaimana proses berputanya, berputar pada porosnya sendiri, atau berputar pada poros matahari. Suatu kenampakan atas dasar tak nampak, berjalan karna gravitasi, atau terlihat karna hukum relativitas, entahlah. Sesempatnya hal itu membuat aku pusing. Tak berbeda pula dengan keadaan realita yang ada. Coba bayangan sosok kita, jelas didepan cermin, yang terlihat bukan sosok kita, melainkan orang lain, sedemikian itu hal yang aneh yang menentang logika kita.

Sepaket labirin terinstal jelas di kepalaku, aku kebingungan mencari jalan keluar, tentu tak bisa aku memanjat halus tembok pertembok dalam labirin itu, sedang jalan keluar tak mungkin aku temukan dengan mudah. Baiklah, mulai dengan fisikku perempuan kecil berkacamata, tak tinggi tentu pendek, dengan beberapa kebodohan yang ada diwajahku, sesekali serius aku terlihat jenius. Tapi sayangnya sosok itu mati seketika kala cermin memantulkan diriku yang bukan diriku, atau itu seorang aku yang nyata? Tentu saja bukan, salah jika hal yang sedemikian itu aku pertanyakan kembali. Jelas itu bukan aku.

Pria kurus tinggi, berkumis tipis, berjenggot dengan mata sayu, wajah kering seakan aspal di padang arafah, sosok itu yang menjadi aku dalam pantulan cermin. Lantas nyata aku adalah sesosok wanita, sedang siapa dia? Aku dalam bayangan yang tak mungkin, apa mata salah? Atau cermin ini hanya ilusi? Entahlah.

Ah sial, apakah aku masih dalam lamunan tidurku, tidur sore 1 jam yang terasa sangat berat, tapi hal ini nyata, kenyataan menentang logika, sosok aku adalah aku, apa ini aku, seorang pria di cermin, atau aku wanita kacamata kecil. apa kita sama? tentu beda! tapi.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar