Dua manusia dalam
lingkaran janji-janji yang harus mereka proses untuk tercapainya janji-janji
itu, tak namanya janji memang kalau tidak diingkari, seperti para politikus
saja yang menjual janji-janji naïf. Sekarang ini yang terpenting adalah
komitmen kita sebagai manusia, memanusiakan manusia untuk menjadi manusia yang
benar-benar manusia. Dengan mengerti manusia lain kita baru berani berkomitmen
dan berjanji.
Berbicara sedikit
mengenai cinta, sering terlontar pertanyaan dari seseorang ataupun dari dirimu
sendiri ‘tentang apa itu cinta? Mengapa
engkau pacaran? Mengapa orang mencintai dan ingin berpacaran? Apakah cinta itu
ikatan? Apakah cinta itu indah? Tapi kenapa kau menangis karnanya? Cinta itu
pembodohankan? Cinta itu bulshit kan? Cinta itu.. cinta itu…..?’ dan kau harus menjawab pertanyaan-pertanyaan
itu, sangat mudah sekali untuk
dibayangkan, tp sangat sulit untuk dijawab.
Betapa orang banyak
yang tahu tentang kata cinta, tapi hanya sekedar tahu dan tak mengenalnya, apalagi
memahaminya. Yang diinginkan orang adalah dipahami cinta bukan memahami cinta.
Cinta adalah salah satu sifat yang paling indah dari Tuhanmu yang diberikan
untukmu.
Sabtu libur kuliah
adalah waktu yang tepat untuk menghilangkan kepenatan dan kesibukan kampus
dengan tertawa berasama teman-teman, Siang itu aku duduk diwarung kopi ditemani
dengan kopi serta nikotin-nikotin yang terbakar api dan dengan 2 orang temanku,
saras dan hakim. ‘Cinta itu apa menurut
kalian?’ Tanya si hakim membuka forum masalah hati.
‘apa yooo?’ saras tak mampu mengeluarkan apa yg ada
dalam pikirannya ‘kalau menurutmu apa?’ dia melempar umpan itu ke aku
‘karna kamu cewek sendiri kamu harus jawab duluan’
aku lempar balik dengan umpan yang lebih besar.
‘emmmm cinta itu hanya bualan dan semacam omong
kosong, kadang seperti pembodohan dan sebenarnya rasa cinta itu tak ada dan
dibuat-buat’ saras dengan ragu-ragu tapi lantang mengucapkan kata-kata itu.
‘Terus kalau sayang itu bagaimana? Apanya cinta?’
Tanya lagi si hakim dengan ekspresi penasarannya.
‘emmm mungkin rasa sayang itu lebih dari cinta,
berproses dulu dari cinta kemudian sayang.. arrrgghh.. aku gak tahu apa itu
cinta, tapi menurutku titik puncaknya adalah rasa sayang’ keraguan sangat dalam
dilontarkan oleh saras, ‘ayo menurutmu apa?’ Tanya saras ke aku.
Jawabku dengan nada yang pelan dengan menatap mata
kedua temanku ini secara bergantian ‘hemmm saras ini pernah punya pengalaman
yang tak mengenakkan ketika berpacaran mungkin, sehingga dia menjawab cinta
dengan pikirannya bukan dengan hatinya, atau dengan hatinya tapi kalah dengan
logikanya yang secara emosi, iyakan saras’
Saras hanya tertawa kecil.
‘yoweslah, kalau aku memang tidak setuju dengan
saras, pertama tingkatan rasa sayang dan rasa cinta, rasa sayang menurutku
adalah proses dari mencapai rasa cinta, kau dengar, kau tahu, kau kenal, kau
semakin ingin tahu, kau mengerti, kau perhatian, kau sayang dan kau cinta’
kulihat mereka aku memberi jedah dengan ucapanku dan tak ada yang protes ‘yang
sulit membedakan adalah ketika mereka mencapai salah satu titik dari proses
cinta itu dan belum mencapai cinta, mereka mendefinisikan kalau itu cinta,
banyak yang salah ketika mencapai rasa perhatian ataupun rasa sayang mereka
menganggap rasa itu adalah cinta, memang ketika kita merasa cinta, rasa-rasa
dari proses itu akan tetap ada dan itu membuat indah dari cinta. Terus apakah
cinta itu kumpulan dari rasa-rasa itu? Emmmm bukan, cinta adalah cinta’ baru
sedikit aku berceloteh tentang tingkatan cinta dan sayang si hakim malah
tersenyum mencurigakan.
‘terusin tidak….?’ Tanyaku kepada mereka
‘terus, terus, terus’ jawab hakim dengan semangat
‘cinta adalah cinta, cinta begitu indah, kau akan
menemukan keindahan dalam cinta itu, tak peduli kau akan menangis, kau akan
terlihat bodoh, tak peduli kau tersakiti, jika kamu masih menemukan keindahan
dalam hal-hal itu dan kau tak menyesali untuk mengulangi lagi, dan kau tak
membenci orang yang menyakiti kamu, atau bahkan kau pasrah ditinggal orang itu
kau mungkin sudah merasa cinta, dan itulah cinta begitu indah. Cinta dirasakan
untuk kekuatan bukan untuk kelemahan, saya merasa dan saya lebih kuat. Hahaha
gitu dah menurutku!’ aku menunggu mereka menanggapinya.
‘hemm… kenapa orang mencintai identik dengan
berpacaran?’ si saras nyloteh lagi ‘apakah hanya untuk nafsu saja?’
‘emmm yakapa kim menurutmu?’ tanyaku langsung kepada
hakim
‘aku pasrahin aja ke kamu wes!’ lempar batu ni hakim
‘hahaha… aku ya? Menurutku ya! Pacaran adalah salah
satu tanda yang diinginkan kedua pasangan tersebut dalam cintanya, lebih enaknya
beneran nggak mencintaiku kalau iya ya pacaran! Untuk masa remaja bukti cinta
itu goalnya ada dipacaran itu, sebagai bukti kesetiaan dan meniti untuk
menikah, tapi tak perlu dipaksakan karna cinta itu akan berjalan lumrah, tanpa
pacaran dan saling mencintai akan berjalan dengan indah’ gitu deh menurutku.
‘tapi kalau pacarankan ada yang ciuman bibir, ap itu
nafsu atau cinta?’ hakim terbawa suasana cinta sampai dia bertanya sangat
dalam.
‘emmm bisa dilihat dari proses meniti untuk pacaran
dia, ada tiga point menurutku sulit dibedakan dalam proses menggaet calon
pacarnya itu, yaitu antara obsesi, nafsu,
dan cinta. Yang pertama obsesi, ketika kita melihat sesosok makhluk yang
menurut kita dia luar biasa, kita berusaha melakukan yang terbaik untuk
mendapatkannya, membuat dia senang, membuat dia nyaman, menggebu-gebu kita
untuk mendapatkannya, keinginan untuk memilikinya sangat luar biasa, segala hal
akan dicoba untuk mendapatkannya. Dan ketika kita sudah mendapatkannya, kita
lupa dengan sisi romantis ketika kita pendekatan sama dia. Sekarang dia pacarku
dan biasa aja, romantisme yang diciptakan dikala pendekatan akan hilang ketika
sudah mulai pacaran, dan yang terjadi adalah rasa saling bosan.
Sreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttttt tapi obsesi untuk mendapatkan ini bisa
berbuah jadi cinta.’
‘yang kedua adalah nafsu, ini sangat jelas yang jadi
korban adalah si obyek, entah itu cewek atau cowok, paling gampang adalah cewek
yang jadi korban, ketika si cowo melihat lawan jenis dengan tampilan yang
menarik, entah itu dari body atau facenya, dia ingin mendapatkannya dengan
pikiran kelamin, sama saja apapun dilakukan untuk mendapatkannya, dan goalnya
adalah masalah kelamin, entah itu ciuman atau bersetubuh, mudah memang sibibir
ini bergombal-gombal tentang cinta.’
‘Kalau yang ketiga, karna cinta berpacaran, dia mengalami
proses rasa cinta dulu, dia tahu lawannya siapa, dia perhatian, dia suka sikap
dan sifat lawannya, dia penasaran, dia ingin dekat dan belajar, dia ingin
memahami hidup bersama, barulah dia berani
memberikan rasa care-nya itu kepada si lawan, dia ingin mendapatkannya,
membahagiakannya, selanjutnya masalah ciuman itu hal yang lumrah dalam pacaran
meski itu cinta, tapi yang namanya cinta menurutku masalah bersetubuh itu tidak
ada dalam pacaran, dia si cowok akan melindungi si cewek secara bijaksana,
memberikan ketenangan yang luar bisa kepada si cewek. Ketika kamu datang kepada
lawanmu dengan cintamu, hati-hati cintamu menjadi nafsu yang membunuhmu, atau
membunuh pasanganmu, tetapkan cinta pada cinta’
‘Ketika kamu merasa cinta dan pasanganmu juga cinta,
kamu berfikir pasti ingin berpacaran, sebagai salah satu bukti yang kuat kalau
saling cinta, hanya sebagai bukti kesetiaan dan itu sangat penting, sehingga
kamu ataupun pasanganmu tak mencari cinta yang lain, tanpa status kau jalani
cintamu tak masalah, kau perhatian dan kau memperlakukan dia seperti pacarmu
itu tidak salah, asal ada rasa saling mengerti dan saling percaya bahwa itu
cinta bukan nafsu.’ Berhenti sejenak dan meminum kopi serta membakar tembakau
yang sudah siap dimulutku.
‘emmm kok aku malah curhat sendiri’ ucapku ingin
mendapat komentar dari celotehanku.
‘asik juga pelajaran cintamu bray…’ senyum-senyum si
hakim seperti sedang merencanakan sesuatu.
‘asiiik… yok kita balik yok, sudah sore ini’ saras bergumam
dengan wajah yang lelah.
Sabtu libur kuliah dan kita kuliah sendiri diwarung
kopi…