Rabu, 27 Juni 2012

cantik?


Erik dan hana saling melempari pesan-pesan singkat via hanphone masing-masing, pada jam 13.58 di siang yang panas buta. Mengawali pesan singkatnya si Erik nyletus.

Erik         : jelek 

Hana      : cantik

Erik         : kata siapa?

Hana      : Ibu

Erik         : dibohongi

Hana      : Gak papa, tp aku senang meski dibohongi, kan katanya cantik

Erik         : selain ibu?

Hana      : Kakak-kakakku, rina, toni, yusril, fandi, eko, retno, yuli, dan masih bnyk lg

Erik         : kamu bayar berapa mereka? Kok sampe mau bilang cantik

Hana      : Aq tidak membayar mereka berapapun, bicara-bicara sendiri kok, hahaha

Erik         : kenapa kamu cantik?

Hana      : Entahlah, kriteria cantikkan beda-beda dinilainya. Ada yg dari sikap, fisik, sifat, gestur

Erik         : Bukan gitu jawabx,

Hana      : Trus gimana?

Erik         : Saya cantik karena?

Hana      :karena?

Erik         : Saya cantik karena … ayo apa?

Hana      : Ya karna perempuan, kalau cowok ya tampan

Erik         : Hahaha, dasar sekali jawabnya, gak sesuai, cari jawaban lain.

Hana      : Aaa apa?

Erik         : Terserah, selain itu.

Hana      : Ya cantik

Erik         : Hem, ayo kenapa kamu cantik?

Hana      : Fisik tentunya

Erik         : Menurutmu sendiri, kamu cantik?

Hana      : Cantik donk, tapi ada yang jauh lebih cantik

Erik         : Apa yang kamu lakukan dengan kecantikanmu?

Hana      : Disyukuri dengan senantiasa, menggunakannya untuk hal-hal yang positif serta tetap 
mempertahankannya

Erik         : Contohnya hal positif?

Hana      : Hello efek pasti hal pertama yang diingat adalah fisik

Erik         : Maksudnya? Dilakukan untuk hal positif?

Hana      : Kesan pertama saat lihat seseorang, contohnya saat mengahadap dosen kita harus pasang wajah dan sikap yang cantik, kita butuh mereka dengan info-info dari mereka, maka respon dari dosenpun akan cantik

Erik         :

Erik         : Aku beri sms kosong, kembalikan dengan tulisan kecantikanmu.

Hana      : Maksudnya?

Erik         :

Erik         : Ada 2 sms kosong, balaslah sms it, sms yang menandakan kamu cantik

* Terdengar adzan asar menggelegar ditelinga.*

Hana      : Ketika ada orang yang telah menyakitimu, apa yang akan kamu lakukan? Pastilah terbesit kamu ingin membalasnya, akupun begitu, tapi aku takmampu untuk melakukannya, karna aku tahu, orang tidak akan menyakiti seorang yang lain kecuali dia memang punya salah, benar menurut kita belum tentu benar menurut dia, aku tidak mau menjadi orang yang pendendam

Erik         :

Erik         : Gimana kalau 1 lembar sms saja

Hana      : Mandi dulu aku

17 menit berlalu dan Hana baru membalas pesannya!

Hana      : Kegagalan adalah awal, awal bagiku untuk belajar, untuk berusaha, untuk berkreatifitas, untuk berlapang dada, untuk merelakan, untuk meraih keberhasilan yang nyata dan mengakhiri keberhasialan yang semu.


**** dapatkah anda mendapatkan kecantikan dari diri perempuan itu, sipenulis mendapatkannya, dan itu sangat luar biasa****

Rabu, 13 Juni 2012

MANUSIA=MANUSIA


Bulan tampak tak sempurna dilangit yang menghitam, lampu-lampu sudah memberi jalan pada semua orang, terdengar suara orang-orang yang tak cukup mengganggu diluar rumah, ditemani dengan radio kecil. perempuan ini menciptakan ketenangannya, tak terlalu spesial malam ini bagi Reni. Wanita kurus yang berumur 20 tahun tak menghabiskan malam ini untuk apapun, tidak menonton tv, tidak juga mengerjakan tugas kuliah. Dengan menutup pintu dari dalam kamarnya tak diganggu dengan kakak-kakaknya yang sangat menyayangi dia. Wajar saja dia perempuan sendiri diantara tiga saudaranya.

Dengan suara penyiar radio dan alunan musik pop mellow Reni menghangatkan diri dengan sendirinya, sesekali dia membalas sms dari teman-teman kuliahnya dan teman-teman lamanya. Perempuan dengan sosok yang sangat sederhana ini tidak seperti perempuan lain,  mempunyai kelakuan yang anggun untuk dilirik para ibu-ibu yang mempunyai anak laki-laki dewasa, Perempuan berpendidikan ini tak mau nikah muda, karna menurut Reni hidup masih panjang untuk dijalani. Dengan kesederhanaanya dan kepolosannya yang seperti tak tahu irisan dunia yang lain, yang padahal dia mengetahui tapi tak mau mengikuti.

‘oke selanjutnya akan saya hadirkan lagu yang sempat direquest oleh yoga rumor-butiran debu‘ suara radio terdengar halus di telinga Reni. Merasa nyaman dan waktu sudah memanggil Reni untuk tidur padahal baru jam 9.45 malam. Reni memang tak pernah tidur larut malam, paling malam jam 10 kalau tidak melakukan apa-apa, dan dia pasti memaksa untuk tidur sebelum jam itu, tapi dikecualikan untuk tugas kuliah yang bisa menyita waktu tidurnya.

Sebelum fajar benar-benar menampakkan matanya yang kuning, Reni bangun sebelum waktu shubuh tiba. Disiapkan dirinya untuk menuju rumah pelampiasan, hingga selesai dan pulang. Sembari melakukan aktifitsnya sebagai perempuan yang rajin, dia menyapu halaman rumah yang kotor dengan plastik-plastik dan daun-daun yang berguguran. ‘kenapa semua terjatuh ketanah, bahkan yang terbangpun akan kembali, dan ini membuat kotor’ sambil mengayunkan sapunya ke seluruh penjuru halaman rumah.

Matahari sudah menantang manusia untuk bertebaran. Reni telah ada di  sekolah, mengantar anak dari keponakan ibunya yang masih duduk dibangku taman kanak kanak. Menunggunya dari luar kelas dengan ibu-ibu rumah tangga yang lainnya, dengan sesekali ikut mendengarkan ibu-ibu itu bergosip. Tapi sahabat Reni, Susi, diapun mengantar adiknya disekolah yang sama, sahabat dekat Reni dan satu tempat kuliahan dengan Reni, menghabiskan waktu yang tergolong lama digunakannya untuk berbicara dengan Susi. ‘Ren…’ sapa seorang ibu guru kepadanya. ‘iya bu’ jawab Reni dengan singkat dan jelas. ‘kenapa kamu tidak mengajar disekolah ini pagi hari dan kuliah disiang hari ikut membantu mengajar pada adik-adik taman kanak-kanak’, tersenyum Reni dan menjawab dengan ragu ‘emmm.. sepertinya saya belum mampu bu mengatur waktu saya, takut tabrakan dengan kuliah dan gimana-gimana’. ‘tidak apa-apa, kamukan bisa berusaha untuk mengatur waktumu’ jawab dengan senyuman kepercayaan diberi oleh ibu guru itu. ‘ tapi saya…’ ‘kamu pikirkan dulu saja ya, tidak usah dipaksa’ potong ibu itu sembari meninggalkan Reni dan Susi yang duduk di pojok teras sekolah.

‘kenapa kamu tak mengambilnya? padahal kamu ditawari, kamu cukup pintar dan sabar dengan anak-anak’  celetus Susi dengan semangatnya. Balas Reni dengan jawaban yang menandakan keakrabanya ‘aku belum berani yank, aku masih seperti ini, pribadiku, tingkahku, busanaku, lisanku, masih penuh dengan kekurangan’. ‘iya aku mengerti, jarang-jarang lho yang dapat kesempatan seperti ini’ tutur Susi agar dia berfikir.

***

Matahari siang menancap tajam di atas kepala, udarapun berlarian kesana-kemari takut terbakar, siang ini memang panas, Reni menyiapkan dirinya untuk kuliah, tas dan semuanya telah siap tinggal berpamitan dan berangkat, ‘brrrrttt brrrrtttt’ suara getaran hape Reni. ‘1 message received’. ‘gmn dah siap brngkt to? Aq otw’ sms dari Susi yang telah jalan. ‘oke aq jalan juga’ balas Reni. Bertemu mereka dijalan raya sebelum naik mobil angkot, dari rumah sampai tempat kuliah membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan dengan angkot yang menempuh jarak 32KM menuju kampus.  ‘tumben-tumben kita harinya sama ya yank, kenapa gak setiap hari saja kita pergi bareng’obrol Susi, ‘iya ya yank, jurusan dan jadwal yang beda yang memisahkan kita,hahaha…sampai juga akhirnya, ayo aku masuk dulu, sudah hampir telat ini yank, bye’ seru Reni kepada Susi. ‘ya jangan lari ntar jatuh hlo’ balas Susi.

***

‘hei Ren’ sapa seorang pria dari kejauhan, ‘emm Yoga’ balas Reni, ‘sudah selesai kuliah Ren?lama kita tak ketemu’, ‘oh ini baru saja selesai,nunggu Susi ini, ei banyak perubahan ya yog kamu! Style-mu berubah’. ‘hahaha masak mau monoton seperti smp dulu Ren, kan memang dunia ini selalu berubah, yaudah Ren hati-hati dijalan aku baru mau masuk, oh ya Ren nomer kamu masih yang dulu kan?’ ‘iya masih, aku juga masih ada nomermu’ ‘yowes Ren aku masuk dulu, bye’.

***

Sampai juga sore yang akan mati, sampai juga rumah yang dicintai, setelah isak berujar memendam kenangan yang terjadi di hari yang bersinar, Reni mendekati ibunya yang duduk santai didepan televisi 14 inchi di temani suaminya yang mengepulkan asap-asap kesempurnaan hidupnya. ‘mak aku tadi pagi ditawari untuk ikut ngajar di taman kanak-kanak’, jawab ibu dengan mata yang masih menuju ke televise ‘kamu gimana?’ ‘aku masih belum bisa menerimanya mak,aku masih takut gak bisa ngatur waktu’. Dengan senyum ibunya memandang anak perempuan satu-satunya itu dan berujar ‘kamu ditunggu tugas-tugas kuliahmu dikamar’ ‘hehehe tahu aja mak ini, yadah aku ngerjain tugas dulu’.

‘Tugas, tugas, dan tugas, oh banyaknya’ gumam Reni melacurkan waktunya untuk tugas kuliahnya dimalam ini. Sesekali diselipi dengan balasan-balasan sms dari teman-teman kuliah yang menanyakan tugas ataupun dia yang bertanya tentang tugas itu. ‘oh sudah hampir jam 10 dan tugas belum selesai’ semangat Reni semakin menjalar untuk selesaikan tugas itu untuk kuliahnya. ‘oh sudah jam sebelas, tapi tidak apa-apa demi tugas dan kuliahku besok, demi masa depanku’ dengan semangat pasti dia meninggalkan sebagian waktu tidurnya. Sampai pada akhirnya waktu menunjukkan jam 12 malam lebih 13 menit dan dia tidak kuat dengan rasa ngantuknya dan tertidur diatas kertas-kertas berbatik tinta-tinta masa depan.

***

Dikayuhnya sepeda dengan keranjang didepan sepedanya, dikeranjang itu terdapat tas dan tugas-tugas kuliahnya yang siap dikumpul, dengan hati yang terpancarkan ketenangan dan kesenangan Reni menuju sebuah rumah tempat tinggal cowok pujaan hatinya, Reni hanya berniat melewati rumah itu dan berdo’a ada cowok itu diluar atau dimanapun asal Reni bisa melihatnya. Sebelum melewati rumah itu Reni mendengar suara orang meminta tolong, berhenti Reni ‘siapa yang minta tolong itu ya’ gumam Reni. ‘aku takut‘ langsung dia kayuh sepedanya lagi. ‘tolong…’. Reni pun langsung berhenti lagi dan melihat seorang wanita tua hampir masuk kedalam gorong-gorong air yang cukup dalam, wanita tua itu diselamatkan oleh akar pohon yang berserabutan di dinding gorong-gorong. Reni turun dari sepeda dan mendekati wanita tua itu ‘ya Allah nek’ ucap Reni melihat wanita tua itu dari jarak 5 meter, ‘braaaak’ suara sepeda Reni roboh. Reni melihat kearah sepedanya yang roboh, didapatinya seseorang mengambil tas Reni, dan baru ancang-ancang berlari. ‘tasku’ teriak Reni. ‘tolong nenek dek’ parau suara wanita itu Reni menoleh kearah wanita tua itu dengan cemas, Reni kembali lagi melihat kearah sepedanya ‘tasku, tasku jangan kau bawa…’. Orang itu lari membawa tas Reni, Reni beranjak pergi mengejar orang itu, dua langkah sudah dia meninggalkan tempatnya semula, kemudian dia menoleh kearah nenek itu, nenek itu sudah tidak ada, dia bingung, dia akhirnya balik kearah nenek itu dan mendapatinya sudah dibawah gorong-gorong.

***

            ‘Astaghfirullah’ ucapnya lirih dengan mata merahnya, Reni  terbangun pas waktu subuh menyapanya. ‘ampunilah dosa hambamu ini ya Allah’ do’a Reni menginginkan agar semuanya baik baik saja. Diambilnya air wudhu dikamar mandinya dan pergi shubuh ke musholla yang berjarak 10 meter dari rumahnya. Dalam sujudnya Reni tiba-tiba menangis mengingat tentang apa-apa yang dia lakukan dan dia mimpikan. Sholatpun ditutup oleh pemimpinnya dengan dua salamnya. Reni masih bermuka-muka dengan Tuhannya, Reni berbicara tanpa belas kasihan kepada tuhannya. ‘ya Allah, Kau berikan sebuah jalan menuju lembah surgamu tapi aku tak mengerti. Kau berikan aku sejuta kesempatan tapi aku tak perduli. Aku tak perduli, Aku tak perduli dan lagi-lagi aku takperduli. dengan mimpi-Mu itu kini aku menyadari hidup, menyadari pengabdian, menyadari perubahan, dan menyadari keutamaaan. Kini aku akan menerima tawaran dari guru itu, aku gunakan untuk mengapdi karna ilmuMu bukan karna harta, untuk generasi yang berilmu setelah aku, untuk umat manusia bukan untuk keegoisanku, jika aku mampu menentang jam tidurku untuk mengerjakan tugas-tugas dan itu untuk diriku, kenapa aku tak mampu memberikan waktu-waktu lainku untuk mereka, untuk manusia, untuk ilmu dan untuk perubahan serta kemajuan. Jika aku mampu menentang jam tidurku untuk mengerjakan tugas-tugas dan itu untuk diriku, kenapa aku tak mampu menentang sifat-sifat jelekku, menentang lisanku yang jelek, memperbaiki berpakaianku. Dan jika aku telah siap dengan aturan aturan agamaku, kenapa aku harus mengingkarinya, padahal dalam rahim aku telah menyanggupinya dan kenapa aku harus takut dengan aturan-aturan yang dibuat oleh manusia, aku yakin aku pasti mampu, dan semua itu Demi Perubahan Bukan Pada Untukku Memang, Tapi Pada Manusia-Manusia. Dan semoga aku dapat menjadi contoh yang baik bagi diriku sendiri, dan bagi orang lain, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untukMU ya Raabaku ingin dalam kemenangan, innalil muttaqiina mafaazaa… ”

Jumat, 08 Juni 2012

Hatimu Berujar,Jawablah-angin berbisik #5


Dua manusia dalam lingkaran janji-janji yang harus mereka proses untuk tercapainya janji-janji itu, tak namanya janji memang kalau tidak diingkari, seperti para politikus saja yang menjual janji-janji naïf. Sekarang ini yang terpenting adalah komitmen kita sebagai manusia, memanusiakan manusia untuk menjadi manusia yang benar-benar manusia. Dengan mengerti manusia lain kita baru berani berkomitmen dan berjanji.

Berbicara sedikit mengenai cinta, sering terlontar pertanyaan dari seseorang ataupun dari dirimu sendiri ‘tentang apa itu cinta? Mengapa engkau pacaran? Mengapa orang mencintai dan ingin berpacaran? Apakah cinta itu ikatan? Apakah cinta itu indah? Tapi kenapa kau menangis karnanya? Cinta itu pembodohankan? Cinta itu bulshit kan? Cinta itu.. cinta itu…..?’  dan kau harus menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, sangat mudah sekali untuk dibayangkan, tp sangat sulit untuk dijawab. 

Betapa orang banyak yang tahu tentang kata cinta, tapi hanya sekedar tahu dan tak mengenalnya, apalagi memahaminya. Yang diinginkan orang adalah dipahami cinta bukan memahami cinta. Cinta adalah salah satu sifat yang paling indah dari Tuhanmu yang diberikan untukmu.

Sabtu libur kuliah adalah waktu yang tepat untuk menghilangkan kepenatan dan kesibukan kampus dengan tertawa berasama teman-teman, Siang itu aku duduk diwarung kopi ditemani dengan kopi serta nikotin-nikotin yang terbakar api dan dengan 2 orang temanku, saras dan hakim.  ‘Cinta itu apa menurut kalian?’ Tanya si hakim membuka forum masalah hati.

‘apa yooo?’ saras tak mampu mengeluarkan apa yg ada dalam pikirannya ‘kalau menurutmu apa?’ dia melempar umpan itu ke aku

‘karna kamu cewek sendiri kamu harus jawab duluan’ aku lempar balik dengan umpan yang lebih besar.

‘emmmm cinta itu hanya bualan dan semacam omong kosong, kadang seperti pembodohan dan sebenarnya rasa cinta itu tak ada dan dibuat-buat’ saras dengan ragu-ragu tapi lantang mengucapkan kata-kata itu.

‘Terus kalau sayang itu bagaimana? Apanya cinta?’ Tanya lagi si hakim dengan ekspresi penasarannya.

‘emmm mungkin rasa sayang itu lebih dari cinta, berproses dulu dari cinta kemudian sayang.. arrrgghh.. aku gak tahu apa itu cinta, tapi menurutku titik puncaknya adalah rasa sayang’ keraguan sangat dalam dilontarkan oleh saras, ‘ayo menurutmu apa?’ Tanya saras ke aku.

Jawabku dengan nada yang pelan dengan menatap mata kedua temanku ini secara bergantian ‘hemmm saras ini pernah punya pengalaman yang tak mengenakkan ketika berpacaran mungkin, sehingga dia menjawab cinta dengan pikirannya bukan dengan hatinya, atau dengan hatinya tapi kalah dengan logikanya yang secara emosi, iyakan saras’
Saras hanya tertawa kecil.

‘yoweslah, kalau aku memang tidak setuju dengan saras, pertama tingkatan rasa sayang dan rasa cinta, rasa sayang menurutku adalah proses dari mencapai rasa cinta, kau dengar, kau tahu, kau kenal, kau semakin ingin tahu, kau mengerti, kau perhatian, kau sayang dan kau cinta’ kulihat mereka aku memberi jedah dengan ucapanku dan tak ada yang protes ‘yang sulit membedakan adalah ketika mereka mencapai salah satu titik dari proses cinta itu dan belum mencapai cinta, mereka mendefinisikan kalau itu cinta, banyak yang salah ketika mencapai rasa perhatian ataupun rasa sayang mereka menganggap rasa itu adalah cinta, memang ketika kita merasa cinta, rasa-rasa dari proses itu akan tetap ada dan itu membuat indah dari cinta. Terus apakah cinta itu kumpulan dari rasa-rasa itu? Emmmm bukan, cinta adalah cinta’ baru sedikit aku berceloteh tentang tingkatan cinta dan sayang si hakim malah tersenyum mencurigakan.

‘terusin tidak….?’ Tanyaku kepada mereka

‘terus, terus, terus’ jawab hakim dengan semangat

‘cinta adalah cinta, cinta begitu indah, kau akan menemukan keindahan dalam cinta itu, tak peduli kau akan menangis, kau akan terlihat bodoh, tak peduli kau tersakiti, jika kamu masih menemukan keindahan dalam hal-hal itu dan kau tak menyesali untuk mengulangi lagi, dan kau tak membenci orang yang menyakiti kamu, atau bahkan kau pasrah ditinggal orang itu kau mungkin sudah merasa cinta, dan itulah cinta begitu indah. Cinta dirasakan untuk kekuatan bukan untuk kelemahan, saya merasa dan saya lebih kuat. Hahaha gitu dah menurutku!’ aku menunggu mereka menanggapinya.
‘hemm… kenapa orang mencintai identik dengan berpacaran?’ si saras nyloteh lagi ‘apakah hanya untuk nafsu saja?’

‘emmm yakapa kim menurutmu?’ tanyaku langsung kepada hakim

‘aku pasrahin aja ke kamu wes!’ lempar batu ni hakim

‘hahaha… aku ya? Menurutku ya! Pacaran adalah salah satu tanda yang diinginkan kedua pasangan tersebut dalam cintanya, lebih enaknya beneran nggak mencintaiku kalau iya ya pacaran! Untuk masa remaja bukti cinta itu goalnya ada dipacaran itu, sebagai bukti kesetiaan dan meniti untuk menikah, tapi tak perlu dipaksakan karna cinta itu akan berjalan lumrah, tanpa pacaran dan saling mencintai akan berjalan dengan indah’ gitu deh menurutku.

‘tapi kalau pacarankan ada yang ciuman bibir, ap itu nafsu atau cinta?’ hakim terbawa suasana cinta sampai dia bertanya sangat dalam.

‘emmm bisa dilihat dari proses meniti untuk pacaran dia, ada tiga point menurutku sulit dibedakan dalam proses menggaet calon pacarnya itu, yaitu antara obsesi, nafsu, dan cinta. Yang pertama obsesi, ketika kita melihat sesosok makhluk yang menurut kita dia luar biasa, kita berusaha melakukan yang terbaik untuk mendapatkannya, membuat dia senang, membuat dia nyaman, menggebu-gebu kita untuk mendapatkannya, keinginan untuk memilikinya sangat luar biasa, segala hal akan dicoba untuk mendapatkannya. Dan ketika kita sudah mendapatkannya, kita lupa dengan sisi romantis ketika kita pendekatan sama dia. Sekarang dia pacarku dan biasa aja, romantisme yang diciptakan dikala pendekatan akan hilang ketika sudah mulai pacaran, dan yang terjadi adalah rasa saling bosan. Sreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttttt tapi obsesi untuk mendapatkan ini bisa berbuah jadi cinta.’

‘yang kedua adalah nafsu, ini sangat jelas yang jadi korban adalah si obyek, entah itu cewek atau cowok, paling gampang adalah cewek yang jadi korban, ketika si cowo melihat lawan jenis dengan tampilan yang menarik, entah itu dari body atau facenya, dia ingin mendapatkannya dengan pikiran kelamin, sama saja apapun dilakukan untuk mendapatkannya, dan goalnya adalah masalah kelamin, entah itu ciuman atau bersetubuh, mudah memang sibibir ini bergombal-gombal tentang cinta.’

‘Kalau yang ketiga, karna cinta berpacaran, dia mengalami proses rasa cinta dulu, dia tahu lawannya siapa, dia perhatian, dia suka sikap dan sifat lawannya, dia penasaran, dia ingin dekat dan belajar, dia ingin memahami hidup bersama, barulah dia berani  memberikan rasa care-nya itu kepada si lawan, dia ingin mendapatkannya, membahagiakannya, selanjutnya masalah ciuman itu hal yang lumrah dalam pacaran meski itu cinta, tapi yang namanya cinta menurutku masalah bersetubuh itu tidak ada dalam pacaran, dia si cowok akan melindungi si cewek secara bijaksana, memberikan ketenangan yang luar bisa kepada si cewek. Ketika kamu datang kepada lawanmu dengan cintamu, hati-hati cintamu menjadi nafsu yang membunuhmu, atau membunuh pasanganmu, tetapkan cinta pada cinta’
‘Ketika kamu merasa cinta dan pasanganmu juga cinta, kamu berfikir pasti ingin berpacaran, sebagai salah satu bukti yang kuat kalau saling cinta, hanya sebagai bukti kesetiaan dan itu sangat penting, sehingga kamu ataupun pasanganmu tak mencari cinta yang lain, tanpa status kau jalani cintamu tak masalah, kau perhatian dan kau memperlakukan dia seperti pacarmu itu tidak salah, asal ada rasa saling mengerti dan saling percaya bahwa itu cinta bukan nafsu.’ Berhenti sejenak dan meminum kopi serta membakar tembakau yang sudah siap dimulutku.

‘emmm kok aku malah curhat sendiri’ ucapku ingin mendapat komentar dari celotehanku.
‘asik juga pelajaran cintamu bray…’ senyum-senyum si hakim seperti sedang merencanakan sesuatu.
‘asiiik… yok kita balik yok, sudah sore ini’ saras bergumam dengan wajah yang lelah.
Sabtu libur kuliah dan kita kuliah sendiri diwarung kopi…

Kamis, 07 Juni 2012

Lebih indah namamu wanita-angin berbisik#4


Langit terkesan membawa kenangan untukku pada siang ini, duduk santai ditemani pemandangan pemain bola amatir berkostum putih abu-abu, udara yang sejuk masih aku rasakan dengan semangat sekolah yang pasti sudah memudar, semester akhir dikelas tiga smk yang aku sadari aku akan hilang dari kehidupan sekolah ini. Pada jam seginipun otak seperti sudah dikuras habis dengan rasa lelah memikirkan pelajaran matematika yang sangat aku benci, ada atau tidak guru pada jam selanjutnya adalah tidak ada, wahai guru apakah kau berani masuk pada jam segini maka aku akan berani keluar. Terlanjur masih menikmati udara yang terbawa sangat sejuk ini.

Gurauan dan candaan teman-teman kelas yang sangat terbiasa aku dengar menjadi bahan hiburan yang memang tak bisa disingkirkan dari keakraban kami, periode kita tergolong periode yang paling banyak disekolah baru ini, kita adalah periode ketiga yang berjumlah 36 terbagi dalam satu kelas, maklum sekolah baru didesa yang tak mengenal arti dari kata SMK. Dari hal itu kekompakan kami tak bisa diragukan lagi. Dengan motto kekeluargaan yang tercipta sejak periode pertama yang menjadi leader kebersamaan adalah si mandrak, dia dan kawan-kawannya member contoh yang sangat apik kepada adik-adik kelasnya, rasa care kepada  adik-adik kelasnya yang sungguh luar biasa, dan itu tertular kepada pihak-pihak guru entah secara sadar atau tidak kita para murid menganggap satu sekolah adalah satu keluarga.

Yang memang sangat kami takutkan adalah masa regenerasi. Banyak murid baru yang pastinya belum tau alur tradisi sekolahnya, dengan sifat dan sikap mereka yang terbawa dari smp-nya yang dari lain lembaga akan cepat merusak tradisi sekolah. Pada semester satu dan dua periode baru, terlihat sangat kentara jarak antara tingkat satu dengan tingkat dua, dan juga tingkat satu dengan tingkat tiga, apalagi para murid cewek yang sepertinya mereka menyimpan kesombongan untuk berbagi. Tapi masalah itu bisa juga terpecahkan dengan adanya kegiatan persahabatan bidang olahraga, seni, keilmuan dengan sekolah lain, mereka beradu menunjukkan kekompakan mereka agar tidak kalah dengan sekolah lain.

Berbicara mengenai SMK, dalam pribadi aku sendiri sangat benci dengan iklan yang ada ditelevisi, mengatakan bahwa SMK siap kerja, ya memang produk dari SMK lebih siap kerja disbanding dengan produk sekolah lai, tapi aku merasa direndakan dengan hal itu, tak ada kata siap kuliah ataupun bisa melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi. Memaknai hal tersebut banyak yang menganggap lulusan smk adalah sebagai pekerja bukan pemikir ataupun konseptor, SMK BISA! Kita bisa memang kerja setelah lulus dari sekolah itu, dan perlu dipahami kita juga bisa belajar lebih tinggi lagi, kita bisa menjadi pemikir dan konseptor serta menjadi leader yang lebih matang tentunya.

Suara nyaring menandakan tinggal dua jam pelajaran saja, dan kita tau satu guru ini tidak mengajar dijam akhir karna kelas sudah dijadikan satu dengan kelas satunya pada jam pagi tadi. Masih saja bercanda anak-anak ini dengan sadarnya bahwa hal ini akan menghilang menunggu batas usia kita di masa SMK. Dengan duduk santai diluar kelas sambil ketawa bercanda dan memandangi murid sekolah aliyah diseberang lapangan sekolah yang cukup luas untuk lari 100 meter bolak balik. Tertampar juga akhirnya aku ditanya dengan vokalis kotak mb’tantri yang menanyakan hubunganku dengan si ika, aku menjawab dengan santai kalau kita baik-baik saja. Aku tahu mereka sudah mengerti kalau vas kembangku telah pecah oleh angin yang aku sendiri tak mau menjelaskan kepada ika angina pa itu. Yang pasti bukan karna cinta dan kepercayaan lain.

Menggugah hal itu aku teringat dengan ‘blackbox’ yang aku belum tahu jawabanya, tapi apalah aku sudah takmemperdulikan kotak hitam itu. Kini aku meniti hari untuk melupakan kembang yang telah kita kubur disamping rumahnya.

“sekarang kita terpisah sangat jauh, tak mengerti dan tak mengenal satu sama lain, menyakitkan bukan merasakan cinta yang kita sendiri tak tahu apa itu cinta, jika kenangan ini ingin kau hapus, maka akan aku hapus juga diriku dalam pandanganmu, mungkin itu akan menjadi yang terbaik untuk kita”

‘Kantin yok genk’ dwi yang usai bermain bola memecahkan lamunanku,
‘Nyoookkkk’ jawabku dengan penuh semangat
Tanpa disuruh pasukan dangerous class merapikan barisan dan menyerang kantin, dipasukan depak ada barok dan adzim, aku dan dwi ditengah dan dibarisan belakang ada iki, ami, dan hadi. dua Deret kursi dalam dikuasai oleh anak SMK, dengan wajah ceria mbak him menyapa kami, dibuatkan kita tujuh gelas es, selang beberapa menit sudah berada didepan kami. Aku duduk satu kursi dengan ami, iki, dan hadi. Sedangkan adzim, barok dan dwi berada dihadapan kami berempat, seperti biasa iki dan ami memainkan jenggot hadi yang mungkin sudah 3 tahun tidak dicukur, adzim duduk dengan berjongkok diatas kursi dengan berbicara dengan emosinya yang meledak ledak, terlihat wajah dwi masih bercocoran keringat yang kemudian dibersikan dengan tangannya, tak ada kancing baju lagi yang mengikat dibaju  dwi dan adzim, ami hanya membuka 3 kancing baju atasnya yang pasti masih merasa gerah dengan bola-bola tadi. Yang masih tampak rapi memang si hadi, baju masih dimasukkan terliahta jelas sabuk yang dia pake berlogo sekolah, dengan celana yang agak keatas sedikit. Tak selang beberapa menit teman akrab si hadi dating dengan stylenya sendiri, “had kon tak golek’I tibak’e nang kene” sapa firman kepada hadi. Kita bercanda sampai jam dhuhur waktu sekolah tiba.

Wanita itu seperti memanggil namaku, aku ingin tahu siapa dia, dia paling terlihat diaantara teman-temannya,aq biarkan sudah dia berjalan meninggalkan timur, aku tahu besok aku akan melihatnya lagi, dengan sinar yang ada!

Berjalanlah sang waktu meski tanpa Tanya dan tanpa ada kode dariku, tanpa pertimbangn dan tanpa melihat manusia-manusia lain. Waktu adalah pedang, waktu adalah uang, kalian benar berkata demikian, waktu bagiku adalah mata, kau pandanglah masa depanmu dengan waktu yang ada sekarang ini. Terlalu cepat serasa waktu ini berlari, kusadari wanita itu baru kelas tiga tsanawiyah (setara dengan SMP) tak terpancar keanggunan darinya memang, terlihat dari jalannya dia sangat gegabah dan egois memandang yang ada, tapi dia penuh warna. Kusangka aku semakin penasaran sama wanita ini. Tak bisa aku menyapanya dalam kondisi yang sangat ramai seperti ini, tak bisa juga karna aku tak tahu siapa dia. Dia adalah wanita dan wanita, dengan dasar ingin perlindungan dan ingin ketenangan, dengan dasar menginginkan rasa tawa ada pada dirinya. Kau jangan berlari dengan kaki-kakimu yang takkan mampu membawa rasa penasaranku itu hai wanita, dan jangan kau memanja karna aku manusia.