Aq melihat kembali bangunan yg sedang aq tempati berwarna biru, bangunan yang baru dibangun atas dasar pembangunan pemerintah didaerahku dan tidak dirawat dengan semestinya, dengan warung kopi disebelah timur sekitar 50 meter dan terlihat lumayan ramai siang itu. Dibangunan ini selain aq dan wanita yang aq kenal bergiliran orang-orang lain untuk datang duduk dan pergi. tak seperti aq dan wanita ini yang cukup sabar merindu matahari.
Dalam kerinduan memang wanita ini bisa aq lihat dari sinar matanya, aq dan dia kini diselimuti kebahagiaan. Terbaring aq bersandarkan paha wanita ini dan aq perhatikan wajahnya dengan seksama, sesekali aq melihat sahabat biruku yang selalu menemaniku kemana saja. Dia terparkir dengan teduhnya dibelakang gedung biru itu. dalam ketenangan yang tercipta antara aq dan wanita ini, dia mulai berbicara tanpa merusak ketenangan, memutar-mutar pembicaraan tentang aq dan dia, dengan binar-binar matanya yang aq jawab dengan senyuman klasik yang cukup mewakili. dipermainkan alisku yg cukup tebal. waktu berjalan serasa sangat cepat tak ingin hal ini cepat berakhir.
"Biarkanlah aq tetap ada dihatimu, aku tak mau ad wanita lain dan tetaplah denganku" dengan pandangan kosongku sesaat aq membaca apa-apa yang ada dihatinya, aq hanya bisa membaca, apakah hanya bacaan saja yang bisa aq lakukan? tanpa merasa? pikiran dan perasaan kadang sangat dekat kadang pula sangat jauh berada, ketika aq dan dia seperti tanpa jarak, aq merasa dan berfikir. aq merasa? apa aq berfikir? apakah aq padukan keduaya dan menjadikan dia 'cinta'? semua nampak gelap tanpa ada keterangan yang pasti dihatiku. angin tetaplah kau berbisik meski jawabanmu tak kau tunjukkan ke aq, meski aq tetap terdiam dan sering berkata tidak!"matahari terdiamlah dalam keheningan ini, bukankah kita telah mewarnai duniamu ini? dengan warna merah dan kuning agar takhanya hijau dan biru, akan kukirim surat untukmu matahari, betapa cintaku kepadamu. akan kuhentikan putaran bumi, akan kubiarkan angin-angin ini membawa tangisan kebahagiaan, kenyataan ini aq tau akan menjadi pahit, terpisah karna kematian atau keadaan dan yang pasti bukan karna cinta-cinta yang ada didunia."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar